Sebelum adanya embung embung penampung air, petani sakti buana mengandalkan alam sebagai satu-satunya sumber air. Curah hujan menjadi penentu utama keberhasilan tanam. Pada musim kemarau panjang, risiko gagal tanam meningkat dan produktivitas menurun drastis.
tetapi masyarakat kampung sakti buana terus berinovasi dengan menggunakan mesin alkon dan genset berbahan bakar solar untuk memompa air dari embung - embung penamoung air. Namun, solusi ini memiliki keterbatasan. Harga bahan bakar yang tinggi, perawatan mesin yang rumit, serta gangguan teknis yang sering terjadi membuat pengairan tidak bisa dilakukan secara berkelanjutan. Akibatnya, hanya sedikit petani yang mampu bertahan menggunakan cara terseb